yuk... di intip... :p
Kado Istimewa^_^
Malam ini kulihat mama sedang asyik ngobrol dengan kak Mira.
Entah sedang membicarakan apa. Yang jelas, aku tak ingin menggangunya
dan aku pun segera memasuki kamarku. Sebelum tidur, sempat terpikir
olehku .. hadiah apa yg akan kuterima besok??? . Hmmm… Mungkin tas baru,
boneka, buku diary atau…. mama hanya membelikanku sebuah kue tar
sekedar untuk merayakan hari ulang tahunku kecil-kecilan. Ahh…
Cepat-cepat aku buang pikiran itu jauh-jauh. Untuk apa aku mengharapkan
hadiah, lagi pula siapa juga yang ingin memberinya. Sudah sepantasnyalah
aku bersyukur kepada Yang Maha Kuasa yaitu Allah SWT, karena sampai
detik ini juga aku masih di berikan kesempatan untuk menghirup atmosfer
bumi.
Malam semakin larut juga, Aku terlelap dalam tidurku…
“Vina, Selamat ulang tahun ya….. “ ucap mama sambil mencium keningku
“Iya Vin, Selamat ulang tahun yaa….. semoga tambah cantik, makin pintar dan panjang umur. Eits…. satu lagi biar cepet dapat pacar” lanjut Kak Mira
“Makasih ya mah,, kak mira… Vina seneng deh, Mama sama Kak Mira masih inget hari ulang tahunku” jawabku dengan senyum mengembang
“Vin…. emang kamu gak minta kado???” tanya mama
“Enggak lah ma, Do’a dari mama dan kak mira aja.. itu udah cukup buat Vina” jawabku
“Udah ah mah.. Vina berangkat sekolah dulu ya” sambil meraih tangan mama dan menciumnya
“Hati-hati ya sayang” ucap mama dengan senyuman terindahnya
“iya mah.. Assalamualaikum” ucapku
“Walaikum salam” jawab mama
Saat ini kondisi keuangan mama sangat lah memprihatinkan, semenjak tetangga baruku mulai ikut2an bisnis kue kering… bisnis mama yang sudah berjalan kurang lebih 10 tahunan , kini mulai sepi,,,
Melihat kondisi seperti ini , tak mungkin aku meminta pada mama untuk membelikan ku sebuah kado…
Di sekolah….
“Doooorrrr….” sambil menepuk pundakku dari belakang
“Eh… Elo San.. gue kira siapa??” aku tersentak kaget
“Ya gue lahh… sahabat lo yang paling cute.. hehehe…emangya lo kira gue setan.. Eh, Selamat Ulang Tahun ya Vin….” Susan terus nyerocos….
“Sorry nihh, gue gak bisa ngasih lo apa-apa !!” Lanjutnya
“Makasih ya San… “ aku menjawab dengan senyum.
Dugaanku benar, di hari ulang tahunku yang ke- 16 ini memang tak ada yang memberiku hadiah. Kukira mama akan memberikan ku tas baru, ternyata tidak. Padahal tasku sudah lama tidak di ganti dan aku hanya punya satu. Kalau melihat teman-temanku , mungkin aku iri pada mereka.
Kak Mira. Kenapa dia tidak mangajakku jalan-jalan lagi seperti tahun lalu, Mungkin… kebutuhan Kak Mira sangat banyak, sehingga gajinya tidak cukup untuk memberiku sebuah hadiah ulang tahun , atau sekedar traktir aku makan bakso.
Sebagai sahabat, kenapa Susan tidak memberi hadiah untukku. Padahal bulan lalu , saat dia ulang tahun aku memberinya sebuah bingkai sebagai hadiah ulang tahun untuknya.
Seandainya papa masih ada, mungkin aku bisa sedikit mengadu padanya dan minta di hadiahkan tas baru pada hari ulang tahunku. Mungkin Papa memang masih ada. Tapi, setiap kali aku bertanya pada mama. Mama selalu bilang bahwa Papa telah tiada, namun jika aku balik bertanya padanya papa dimakamkan di mana???. Mama selalu diam seribu bahasa dan tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.
Aku bingung dengan sikap mama.Sejak kecil aku memang tidak tahu seperti apa rupa papa. Kalau saja foto papa tidak diletakkan di ruang tamu, mungkin aku tidak akan tahu bagaimana sosok papa ku sendiri.
Sepulang dari sekolah, Susan mengajakku ke toko buku. Tapi aku enggan ikut bersamanya. Susan pun mengiyakan aku pulang kerumah.
“Vin,, anterin gue ke toko buku yukk !!” ajak Susan
“Sorry San, gue gak bisa” jawabku singkat
“Emang lo mau kemana?” tanya Susan
“Enggak, gue Cuma pengen di rumah aja” jawabku
“Oh,,, ya udah, gue duluan ya…” pamit Susan
“iya..” sambungku
Terpaksa aku berbohong pada Susan. Padahal aku sendiri tidak tahu ingin kemana.Untuk apa aku pulang ke rumah, mama tidak akan memberiku tas baru. Padahal aku ingin sekali memilikinya.
Tanpa pikir panjang lagi aku melangkahkan kakiku menuju toko tas yang berada bersebrangan dengan sekolahku. Aku memang tidak berniat untuk membeli tas, karena aku tidak punya uang, tapi apa salahnya kalau hanya melihat-lihat saja.
Di jalan raya , mobil dan motor melintas dengan kecepatan cukup tinggi. Karena tidak ada trotoar dan jembatan penyebrangan, aku pun bingung untuk menyebrang jalan. Tiba-tiba dari jauh terdengar suara seorang laki-laki paruh baya.
“Awasss…… ada mobil”
Saat kubuka mata, pandanganku tertuju pada sebuah lampu. Namun lampu itu berbeda dengan lampu di kamarku.
“Vina, kamu sudah sadar nak?” suara mama terdengar olehku
“Mama… aku berada dimana , mah??” tanyaku heran
“Kamu berada di rumah sakit, sayang” mama mencoba menjelaskan.
Aku pun terdiam. Rumah sakit??? Sedang apa aku disini?? Apa yang terjadi denganku ??
Ohh .. mungkin aku baru saja kecelakaan. Ya, mama bilang aku tertabrak oleh sebuah mobil. Si pengendara mobil lah yang membawaku kesini. Bukan Cuma itu, mama juga bilang dia membawa sebuah kado. Katanya hadiah untukku. Hadiah apa? Mungkin hadiah Ulang Tahunku, tapi…. siapa dia?? Mana mungkin dia tau kalau hari ini adalah hari Ulang tahunku ..
Suara mama terdengar lagi.
“Vina, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu. Dia yang menabrakmu tadi saat kau hendak menyebramg”
“Siapa ma??” tanya ku penasaran.
Tiba-tiba terdengar suara dari balik pintu , entah siapa. Yang jelas aku kenal sekali langkahnya kakinya. Seolah aku sangat dekat dengannya..
“Maaf, boleh saya masuk?”
“Silahkan masuk Mas” jawab mama
Mama memanggil laki-laki itu dengan sebutan “Mas”. Setahuku , mama pernah bercerita padaku, mama memanggil sebutan itu hanya untuk papa. Mungkinkah itu papa??? Tapi…. mama bilang papa telah tiada. Sosok laki-laki itu semakin mendekatiku dan semakin jelas aku melihat wajahnya. Namun… wajah itu benar-benar tak asing lagi untukku. Ya… dia benar-benar mirip dengan sosok laki-laki yang selama ini kurindukan. Hanya saja dia sedikit lebih hitam dan rambut dikepalanya lebih banyak yang putih. Mungkinkah dia papa. Mungkin dia saudara dari papa. Tapi, bukannya papa itu anak tunggal????
“Selamat Ulang Tahun , Vina sayang….” Kata laki-laki itu
“Terima kasih” jawabku dengan tidak percaya
Dari mana dia tahu kalau hari ini aku berUlang Tahun ??? tanya ku dalam hati.
“Vina, maafin mama ya, Seama ini mama sudah membohongi kamu” kata mama sambil mengusap keningku
Aku semakin tidak mengerti.
“Ma, sebenarnya dia siapa??” tanya ku ingin tahu
Belum sempat mama menjawab, laki-laki itu berkata
“Vina , maafin papa . Papa mohon kamu mau memaafkan papa”
“Dan tolong buka kado itu, itu hadiah ulang tahun dari papa” lanjut laki-laki itu
“Papa?? Benarkah kau papaku? Bukannya papa telah meninggal? Ujarku tak percaya
“Enggak sayang, dia benar-benar papamu”. Kata mama mencoba menjelaskan
Mendengar keterangan mama , lemas badanku segera hilang, aku pun memeluk papa. Keluarlah air mataku dari bendunganya.
Segera ku ambil sebuah kado dari papa, lalu kubuka, ternyata isinya sebuah tas berwarna biru. Wara biru adalah warna kesukaanku. Betapa senangnya hatiku.
“Vina, itukan yang kamu inginkan?” tanya mama
“iya mah” jawabku singkat
“Walau hanya sebuah tas, papa minta kamu jadikan tas itu sebagai kado istimewa untukmu” ujar papa berharap
“ Enggak pa. Tas ini bukanlah kado istimewa. Tapi kehadiran Papa di hari Ulang Tahunku lah yang merupakan sebuah kado istimewa bagiku” jawabku
Mama dan Papa tersenyum mendengar perkataanku. Aku pun tersenyum…
Akhirnya, aku bertemu dengan papa,,, laki-laki yang benar-benar sangat aku rindukan… kini aku punya papa…. selalu ku panjatkan rasa syukurku kepada-Nya . Terima kasih ya Allah Engkau telah mempertemukan kami, kini lengkaplah keluarga kecilku…..
Papa meninggalkan mama, kak mira, dan aku… sejak 13 tahun yang lalu, ketika aku masih berumur 3 tahun, papa meninggalkan kami begitu saja, bahkan mama pun tak tahu apa alasan papa meninggalkan kami, mungkin itu lah alasan mama, mengapa dia tak pernah mau menjawab pertanyaanku saat aku menanyakan keberadaan papa..
kini papa telah kembali,,, aku sama sekali tak perduli dengan alasan mengapa papa meninggalkan kami…. yang terpenting sekarang, papa telah kembali dan berkumpul dengan kami…
“Terima kasih Ya Allah.. telah memberikan kado istimewa yang tak pernah ku duga, tepat di hari ulang tahunku ini…. “
By : Tie”,)
Mei ‘07
Malam semakin larut juga, Aku terlelap dalam tidurku…
“Vina, Selamat ulang tahun ya….. “ ucap mama sambil mencium keningku
“Iya Vin, Selamat ulang tahun yaa….. semoga tambah cantik, makin pintar dan panjang umur. Eits…. satu lagi biar cepet dapat pacar” lanjut Kak Mira
“Makasih ya mah,, kak mira… Vina seneng deh, Mama sama Kak Mira masih inget hari ulang tahunku” jawabku dengan senyum mengembang
“Vin…. emang kamu gak minta kado???” tanya mama
“Enggak lah ma, Do’a dari mama dan kak mira aja.. itu udah cukup buat Vina” jawabku
“Udah ah mah.. Vina berangkat sekolah dulu ya” sambil meraih tangan mama dan menciumnya
“Hati-hati ya sayang” ucap mama dengan senyuman terindahnya
“iya mah.. Assalamualaikum” ucapku
“Walaikum salam” jawab mama
Saat ini kondisi keuangan mama sangat lah memprihatinkan, semenjak tetangga baruku mulai ikut2an bisnis kue kering… bisnis mama yang sudah berjalan kurang lebih 10 tahunan , kini mulai sepi,,,
Melihat kondisi seperti ini , tak mungkin aku meminta pada mama untuk membelikan ku sebuah kado…
Di sekolah….
“Doooorrrr….” sambil menepuk pundakku dari belakang
“Eh… Elo San.. gue kira siapa??” aku tersentak kaget
“Ya gue lahh… sahabat lo yang paling cute.. hehehe…emangya lo kira gue setan.. Eh, Selamat Ulang Tahun ya Vin….” Susan terus nyerocos….
“Sorry nihh, gue gak bisa ngasih lo apa-apa !!” Lanjutnya
“Makasih ya San… “ aku menjawab dengan senyum.
Dugaanku benar, di hari ulang tahunku yang ke- 16 ini memang tak ada yang memberiku hadiah. Kukira mama akan memberikan ku tas baru, ternyata tidak. Padahal tasku sudah lama tidak di ganti dan aku hanya punya satu. Kalau melihat teman-temanku , mungkin aku iri pada mereka.
Kak Mira. Kenapa dia tidak mangajakku jalan-jalan lagi seperti tahun lalu, Mungkin… kebutuhan Kak Mira sangat banyak, sehingga gajinya tidak cukup untuk memberiku sebuah hadiah ulang tahun , atau sekedar traktir aku makan bakso.
Sebagai sahabat, kenapa Susan tidak memberi hadiah untukku. Padahal bulan lalu , saat dia ulang tahun aku memberinya sebuah bingkai sebagai hadiah ulang tahun untuknya.
Seandainya papa masih ada, mungkin aku bisa sedikit mengadu padanya dan minta di hadiahkan tas baru pada hari ulang tahunku. Mungkin Papa memang masih ada. Tapi, setiap kali aku bertanya pada mama. Mama selalu bilang bahwa Papa telah tiada, namun jika aku balik bertanya padanya papa dimakamkan di mana???. Mama selalu diam seribu bahasa dan tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.
Aku bingung dengan sikap mama.Sejak kecil aku memang tidak tahu seperti apa rupa papa. Kalau saja foto papa tidak diletakkan di ruang tamu, mungkin aku tidak akan tahu bagaimana sosok papa ku sendiri.
Sepulang dari sekolah, Susan mengajakku ke toko buku. Tapi aku enggan ikut bersamanya. Susan pun mengiyakan aku pulang kerumah.
“Vin,, anterin gue ke toko buku yukk !!” ajak Susan
“Sorry San, gue gak bisa” jawabku singkat
“Emang lo mau kemana?” tanya Susan
“Enggak, gue Cuma pengen di rumah aja” jawabku
“Oh,,, ya udah, gue duluan ya…” pamit Susan
“iya..” sambungku
Terpaksa aku berbohong pada Susan. Padahal aku sendiri tidak tahu ingin kemana.Untuk apa aku pulang ke rumah, mama tidak akan memberiku tas baru. Padahal aku ingin sekali memilikinya.
Tanpa pikir panjang lagi aku melangkahkan kakiku menuju toko tas yang berada bersebrangan dengan sekolahku. Aku memang tidak berniat untuk membeli tas, karena aku tidak punya uang, tapi apa salahnya kalau hanya melihat-lihat saja.
Di jalan raya , mobil dan motor melintas dengan kecepatan cukup tinggi. Karena tidak ada trotoar dan jembatan penyebrangan, aku pun bingung untuk menyebrang jalan. Tiba-tiba dari jauh terdengar suara seorang laki-laki paruh baya.
“Awasss…… ada mobil”
Saat kubuka mata, pandanganku tertuju pada sebuah lampu. Namun lampu itu berbeda dengan lampu di kamarku.
“Vina, kamu sudah sadar nak?” suara mama terdengar olehku
“Mama… aku berada dimana , mah??” tanyaku heran
“Kamu berada di rumah sakit, sayang” mama mencoba menjelaskan.
Aku pun terdiam. Rumah sakit??? Sedang apa aku disini?? Apa yang terjadi denganku ??
Ohh .. mungkin aku baru saja kecelakaan. Ya, mama bilang aku tertabrak oleh sebuah mobil. Si pengendara mobil lah yang membawaku kesini. Bukan Cuma itu, mama juga bilang dia membawa sebuah kado. Katanya hadiah untukku. Hadiah apa? Mungkin hadiah Ulang Tahunku, tapi…. siapa dia?? Mana mungkin dia tau kalau hari ini adalah hari Ulang tahunku ..
Suara mama terdengar lagi.
“Vina, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu. Dia yang menabrakmu tadi saat kau hendak menyebramg”
“Siapa ma??” tanya ku penasaran.
Tiba-tiba terdengar suara dari balik pintu , entah siapa. Yang jelas aku kenal sekali langkahnya kakinya. Seolah aku sangat dekat dengannya..
“Maaf, boleh saya masuk?”
“Silahkan masuk Mas” jawab mama
Mama memanggil laki-laki itu dengan sebutan “Mas”. Setahuku , mama pernah bercerita padaku, mama memanggil sebutan itu hanya untuk papa. Mungkinkah itu papa??? Tapi…. mama bilang papa telah tiada. Sosok laki-laki itu semakin mendekatiku dan semakin jelas aku melihat wajahnya. Namun… wajah itu benar-benar tak asing lagi untukku. Ya… dia benar-benar mirip dengan sosok laki-laki yang selama ini kurindukan. Hanya saja dia sedikit lebih hitam dan rambut dikepalanya lebih banyak yang putih. Mungkinkah dia papa. Mungkin dia saudara dari papa. Tapi, bukannya papa itu anak tunggal????
“Selamat Ulang Tahun , Vina sayang….” Kata laki-laki itu
“Terima kasih” jawabku dengan tidak percaya
Dari mana dia tahu kalau hari ini aku berUlang Tahun ??? tanya ku dalam hati.
“Vina, maafin mama ya, Seama ini mama sudah membohongi kamu” kata mama sambil mengusap keningku
Aku semakin tidak mengerti.
“Ma, sebenarnya dia siapa??” tanya ku ingin tahu
Belum sempat mama menjawab, laki-laki itu berkata
“Vina , maafin papa . Papa mohon kamu mau memaafkan papa”
“Dan tolong buka kado itu, itu hadiah ulang tahun dari papa” lanjut laki-laki itu
“Papa?? Benarkah kau papaku? Bukannya papa telah meninggal? Ujarku tak percaya
“Enggak sayang, dia benar-benar papamu”. Kata mama mencoba menjelaskan
Mendengar keterangan mama , lemas badanku segera hilang, aku pun memeluk papa. Keluarlah air mataku dari bendunganya.
Segera ku ambil sebuah kado dari papa, lalu kubuka, ternyata isinya sebuah tas berwarna biru. Wara biru adalah warna kesukaanku. Betapa senangnya hatiku.
“Vina, itukan yang kamu inginkan?” tanya mama
“iya mah” jawabku singkat
“Walau hanya sebuah tas, papa minta kamu jadikan tas itu sebagai kado istimewa untukmu” ujar papa berharap
“ Enggak pa. Tas ini bukanlah kado istimewa. Tapi kehadiran Papa di hari Ulang Tahunku lah yang merupakan sebuah kado istimewa bagiku” jawabku
Mama dan Papa tersenyum mendengar perkataanku. Aku pun tersenyum…
Akhirnya, aku bertemu dengan papa,,, laki-laki yang benar-benar sangat aku rindukan… kini aku punya papa…. selalu ku panjatkan rasa syukurku kepada-Nya . Terima kasih ya Allah Engkau telah mempertemukan kami, kini lengkaplah keluarga kecilku…..
Papa meninggalkan mama, kak mira, dan aku… sejak 13 tahun yang lalu, ketika aku masih berumur 3 tahun, papa meninggalkan kami begitu saja, bahkan mama pun tak tahu apa alasan papa meninggalkan kami, mungkin itu lah alasan mama, mengapa dia tak pernah mau menjawab pertanyaanku saat aku menanyakan keberadaan papa..
kini papa telah kembali,,, aku sama sekali tak perduli dengan alasan mengapa papa meninggalkan kami…. yang terpenting sekarang, papa telah kembali dan berkumpul dengan kami…
“Terima kasih Ya Allah.. telah memberikan kado istimewa yang tak pernah ku duga, tepat di hari ulang tahunku ini…. “
By : Tie”,)
Mei ‘07



0 komentar:
Posting Komentar