copas dari majalah annida, :D Yuk di simakk... :)
Assalaamu'alaikum wr. wb.
Ngeri
ngeri ngeri! Indonesia dibuat geger dengan ulah dua sejoli yang jadi
partner in crime dalam modus pembunuhan sang mantan. AS, dibunuh oleh H
en S, dengan cara disetrum, tenggorokannya disumpel kertas, kemudian
dibuang di pinggir tol. Ya Allah! 0,o
Ternyata
penyebabnya pun juga cuma karena masalah sepele: cemburu sama si
mantan. Ih, kan nggak banget, ya? Sudahlah mendekati zina (pacaran),
sampai tega menghilangkan nyawa orang lain pula!
Tapi
selalu ada pelajaran dari tiap kejadian yang berseliweran. Khususnya
buat kita para remaja, dari kasus AHS di atas. Ini diaaa!
1. Pacaran gak ada gunanya
Ih, S en H kan kasuistik, Nid?
Ah,
masa, sih? Banyak kok yang pacaran ujung-ujungnya ke perzinahan.
Padahal awalnya pasangan kalem. Saling ingetin buat sholat, belajar,
kalo bulan puasa bahkan lebih kalem lagi. Tapi itu semua pastilah hanya
ilusi belaka, Sob. Bukan apa-apa, soalnya Rasulullah sudah menjamin
dalam salah satu hadits-nya:
"Janganlah
seorang pria berkhalwat (berduaan dengan wanita), kecuali wanita itu
disertai mahram-nya, karena sesungguhnya yang ketiga adalah setan" (HR
Muslim)
Nggak
ada kan orang pacaran yang kemana-mana selalu bertiga, en orang
ketiganya sahabat/saudara/yang lain? Males deeeh jadi kambing congek!
Nah...
kalau masih ada aja yang ngotot bahwa pacaran banyak manfaatnya
*apalagi cewek, hati-hati deh, kalau sudah putus baru menyesal. Hiii!
2. Cinta itu membangun
"Cinta
mengubah seorang pengecut menjadi pemberani, yang pelit jadi dermawan,
yang malas jadi rajin, yang pesimis jadi optimis, yang kasar jadi
lembut." Quddamah
Kan
katanya motif si S ikutan tega membunuh si AS cuma karena takut si H
balikan sama AS, ya? Si H juga tega ngebunuh AS karena dia *yang sudah
berstatus mantan, sering jalan sama cowok lain.
Nah
ini... mesti banget kita patri dalam hati, bahwa yang namanya cinta itu
pasti membangun si pelaku, bukan malah menjatuhkan. Saat benih cinta
bersemayam di hati, kita pasti jadi lebih bergairah, semangat,
berprestasi, dll yang baik-baik. Bukan malah bikin males, nggak
produktif, cemburu setengah mati, tega nyetrum orang, dll yang
jelek-jelek. Itu sih bukan cinta, tapi emosi belaka. Mereka akan tumbuh
menjadi orang melankolis en kehidupannya nggak akan berkembang.
3. Nggak ada Sayap Patah Karena Cinta
Kasian si H. Dia menjadi gila karena cintanya pada si AS. Kalau kata pujangga, sayap cintanya patah! Hiks.
Padahal
seharusnya, kata Ustadz Anis Matta, "Ketika kasih tak sampai, atau
uluran tangan cinta tertolak, yang sesungguhnya terjadi hanyalah
"kesempatan memberi" yang lewat."
Jadi
kalau kita ngaku sedang dilanda cinta, harusnya bukan kepada siapa
sesuatu (cinta) itu kita berikan. Tapi apakah yang akan kita berikan?
Dijamin, kalau begini prinsip yang kita pegang, nggak ada lagi deh
ungkapab sayap patah karena cinta! Asiiik.
Okesip...
sekali lagi, pacaran itu nggak ada gunanya, Sob! Gak jelas
juntrungannya. Mending juga simpan energi kita untuk membangun cinta
dengan dia yang sudah halal nantinya. Insyaa Allah nggak ada lagi
kejadian setrum mantan! *eh ^_^v
Wassalaamualaikum wr. wb.
sumber : annida-onlie.com




