Ibu, ia lah satu-satunya harta yang kumiliki sekarang.
Ibu, ia lah penyemangat dan panutan dalam hidupku.
Ibu, ia lah wanita terhebat yang selalu mendengar keluh kesahku.
Ibu, ia lah tempatku mencurahkan segala rasa gundah yang menghantui
Ibu, ia lah salah satu alasan yang membuat ku bertahan melalui kerasnya kehidupan.
Tapi,
Kini Tuhan telah memanggilnya.
Tak banyak yang bisa kulakukan kini.
Karena segala sesuatu yang ada di dunia ini memang milik-Nya.
Kini,,
Tinggallah aku seorang diri.
Kehilangan seorang Ibu sama saja halnya dengan kehilangan separuh jiwa.
Berat dan teramat sulit memulai hari-hari seperti biasanya.
Sesekali hati berontak "Tuhan tak adil padaku"
Dia telah mengambil satu-satunya harta yang kupunya.
Namun seketika aku tersadar..
Inilah yang dinamakan takdir, tak satupun makhluk yang mampu menghalanginya
Dan tak sepantasnya aku menyalahi takdir
Karena keputusan Tuhan selalu yang terbaik.
Semoga ditempatkan di tempat terindah di sisi-Nya..
Titie Ibnatu Mursid
Titie Ibnatu Mursid



