RSS

Sabtu, 15 Februari 2014

Tentang MarTa (Antara Kau dan Aku)

Dear,
Noe Widzayaa,,,!!

Hey, noe apa kabarmu disana?
bagaimana kabar dikotamu ? masih gersangkah seperti terakhir aku berkunjung kekotamu?
mungkinkah kunjunganku beberapa waktu lalu itu merupakan kunjungan pertamaku sekaligus yang terakhir??? ya, meskipun aku tak berharap itu yang terakhir.. mungkin biar waktu sajalah yang memberi jawabannya .
baiklah, lupakan tentang kunjunganku beberapa waktu lalu, karena itu hanya akan mengingatkanku tentang kebersamaan MarTa,, iya kebersamaan kita, hanya kau dan aku. dan itu hanya akan membuatku ingin mengulangnya, entahlah .. aku tak tau apa mungkin bisa terulang.??? lagi-lagi .. biar waktu yang akan menjawabnya..
baiklah ,, noe aku hanya ingin menanyakan kabarmu di sana,, 
Hari ini adalah hari kesekian kamu menghilang.. entahlah,sudah berapa lama kau menghilang, yang jelas kurasa ini sudah sangat lama, dan selama itu pula aku menunggumu.
Dan aku masih menyimpan pesan singkat terakhirmu yang kau tujukan untukku sebelum kau benar-benar menghilang.. dalam pesan singkat itu kau tuliskan..

"maafkan aku, beri aku waktu untuk memperbaiki semuanya. belum saatnya..."

begitu singkat, aku nyaris tak menangkap maksud dari pesan singkatmu itu.. dan aku pun tak banyak bertanya, aku cukup membalasnya dengan balasan yang tak kalah singkat..

"baiklah, jika itu kemauanmu. maaf sudah menggangu waktumu.."

ya, itulah percakapan terakhir kita yang membuatku menunggu dan menunggu (lagi), tanpa kepastian, tanpa kejelasan. tapi aku masih setia menantimu di sini..
di sini aku merindukanmu noe, merindukan sapaan hangatmu di pagi hari, iya aku sangat merindukannya. pasalnya sudah sangat lama aku tak menemukan namamu dalam layar ponselku. sebelum kau benar-benar menghilang, namamu selalu menghiasi layar ponselku setiap harinya. tapi, semuanya telah berubah seratus delapan puluh derajat. tak ada lagi namamu terlihat disana., tak ada lagi suaramu yang terdengar dari balik ponselku.Karena kini kau benar-benar mengilang.

Entah hembusan angin dari mana yang membawamu pergi perlahan, dan pada akhirnya kau benar-benar menghilang dari pandanganku. tapi tdak hilang dari hatiku.
Noe, apa kau juga merasakan rindu yang tengah kurasakan kini??? jawab Noe, kenapa kau terdiam. ??
jujur saja aku tak mengerti dengan sikapmu yang berubah drastis semenjak terakhir  kau berkunjung ke kotaku.. apa salahku????
kurasa , semua baik-baik saja. tak ada yang perlu di permasalahkan. tapi, secara tiba-tiba kau menghilang.. pergi entah kemana.. meninggalkanku sendiri disini.. kesepian dan penuh tanda tanya..
Noe, aku sangat mengerti siapa kamu, kamu lah pria yang sering mengajakku bermain. bermain petak umpet, ya aku menyebutnya begitu.. kau selalu menyuruhku menutup mata, dan kamu pergi bersembunyi. ketika ku membuka mataku, aku kehilanganmu. aku terus mencarimu namun aku sama sekali  tak menemukanmu. kau pergi, menghilang dengan permainan konyol yang tak berujung.
Dan , tiba-tiba kamu muncul tanpa sepengetahuanku.. bagiku, kamu seperti hujan noe, iya.. seperti hujan yang datang secara tiba-tiba dan pergi pun dengan tiba-tiba.

ku pikir kamu akan kembali mengunjungiku lagi, tapi pada kenyataannya tidak. karena kamu benar-benar menghilang. Noe, mereka bilang aku terlalu bodoh karena menunggumu. aku sempat jengkel dengan pernyataan mereka. aku tidak bodoh kan karena menunggumu disini????
jawab pertanyaanku noe.... kenapa kau hanya terdiam????

Noe, apakah kamu pernah memikirkan perasaanku??? apa kamu tahu, semenjak kamu menghilang aku selalu sabar menunggumu di sini, karena aku yakin kamu akan kembali mengunjungiku disini.
tapi, noe .. pernyataan mereka mematahkan keyakinanku ..
mereka bilang aku sudah terlalu sabar. jangan mau di jadikan tempat persinggahan saja !!!
mereka bilang aku bodoh karena terus menunggumu di sini , sedangkan kamu tak pernah memikirkan perasaanku sedikitpun...
noe, taukah kamu saat ini aku tengah menitikkan air mata, aku bingung noe,,, aku bingung harus bagaimana??? aku gak tau , mana yang lebih sakit , kehilangan kamu atau bertahan tanpa kejelasan sedikitpun darimu... noe, mengapa kamu masih terdiam????
 
Noe, maafkan aku.. mungkin mereka benar, aku memang terlalu bodoh...
kini aku sadar , percuma saja aku mempertahankannya . tapi hanya aku yang selalu bertahan.. sedangkan kamu. kamu sama sekali tidak perduli kan.. buktinya, kamu pergi menghilang tanpa sebab, tanpa kejelasan,, iya kan noe...???

Noe, aku selalu ingin mempertahankannya. aku percaya semuanya akan baik-baik saja.
tapi, rasanya lelah juga jika aku bertahan seorang diri...



Setelah berbulan-bulan kamu menghilang, akhirnya tadi malam ku coba beranikan diri untuk menghubungimu. aku hanya ingin menanyakan kabarmu dan juga MarTa..sebuah nama tentang KITA, tentang Kau dan Aku.  masih kah ia seindah dahulu???
ku cari namamu dari daftar kontak ponsel milikku, ada sedikit keraguan ketika ku coba menekan tombol hijau pada keypad ponselku. dan akhirnya tersambung...
 panggilan pertama kau abaikan, ku coba lagi.. dan akhirnya aku mendengar suara dari balik ponselku..

aku hanya menanyakan kabarmu, kau bilang kau baik-baik saja. Dan kau balas menanyakan kabarku. pertanyaan demi pertanyaan ku ajukan untukmu, tapi kamu hanya terdiam. entahlah. semakin sulit aku menebak apa yang tengah kamu pikirkan noe.. seingatku hanya dua kata yang selalu kamu ulangi dalam perbincangan kita malam tadi.. "MAAFIN AKU."

"maaf, aku ada keperluan sebentar, nanti aku yang menghubungimu.."

"baiklah, maaf mengganggu.." 

Dan, sambungan telepon kembali terputus,,,

aku masih saja menantimu, menunggu kamu menghubungimu. tapi, kenyataannya kau sma sekali tak menghubungiku...

aku sudah terlalu sabar untuk menunggumu noe, tapi kau tetap tak memberi kejelasan sedikitpun tentang MarTa.. hingga pada akhirnya aku harus berhenti di sini...


Teruntuk MarTa,
Masihkah ia seindah dahulu????
15 Februari 2014

Aku


0 komentar: